Showing posts with label peternakan. Show all posts
Showing posts with label peternakan. Show all posts

Wednesday, March 29, 2017

Cara Sukses Beternak Sapi Untung Puluhan Juta
Hei Kamu, Kali ini kami mengambil tema tentang usaha ternak sapi, karena memang jumlah permintaan akan kebutuhan daging semakin tinggi tiap tahunnya. Apalagi jumlah produksi daging sapi di dalam negeri masih belum bisa menutupi dari jumlah kebutuhan masyarakat akan mengkonsumsi sumber protein daging, hingga akhirnya terjadi defisit yang kemudian pemerintah melakukan impor daging sapi dari luar negeri.

Para peternak kita masih sangat minim akan informasi tentang cara beternak sapi yang baik dan benar, sehingga sapi hasil budidayanya terlihat tidak memiliki postur yang bagus dan lama dalam perkembang biakannya. Dalam ternak sapi sebetulnya sudah dilakukan oleh masyarakat semenjak jaman nenek moyang kita. Padahal potensi pengembangan ternak sapi sangat besar karena didukung dengan kondisi iklim dan cuaca yang cocok diterapkan di hampir seluruh wilayah indonesia. Langsung saja kita ulas step cara sukses beternak sapi untung puluhan juta.

Cara Sukses Beternak Sapi

1. Pemilihan jenis sapi
Jenis-jenis sapi yang biasa ditemukan di tanah air berasal dari sapi lokal juga sapi impor. Sapi tersebut masing-masing memiliki sifat genetik yang khas dan bisa dilihat dari bentuk fisiknya maupun dari proses laju pertumbuhan sapi tersebut. Sapi-sapi lokal yang sering dijadikan sumber daging yaitu sapi ongole, sapi PO atau peranakan ongole, sapi bali,dan sapi madura.

Namun, dari beberapa jenis sapi lokal yang ada di indonesia, yang paling populer yaitu yakni sapi PO, sapi bali, sapi madura dan juga sapi brahman. Untuk jenis sapi bali, memiliki bobot mencapai 300-400 kilogram dan prosentase karkas sebesar 56,9 %. Sedangkan untuk sapi brahman memiliki ciri-ciri persentase karkas dan 45 %. Keunggulan Sapi brahman yakni mempunyai keistimewaan dia tidak terlalu selektif dalam memilih pakan, sebab makanan apapun dia mau makan. Sapi brahman ini juga memiliki kelebihan kebal gigitan caplak, nyamuk dan tahan terhadap cuaca panas.

2. Persyaratan Kandang Sapi

Kandang Sapi
Lokasi yang paling ideal untuk penempatan kandang sapi yaitu jauh dari pemukiman warga, jarak minimal lokasi kandang dan rumah tinggal sekitar 10 meter. Usahakanlah lokasi kandang dekat dengan lahan pertanian yang mudah diakses menggunakan kendaraan. Selain itu, sebaiknya sinar matahari bisa langsung masuk ke pelataran kandang untuk menjaga kondisi kelembapan kandang sapi.

3. Persiapan Sarana dan Peralatan
Usahakan lantai kandang tetap bersih juga tidak lembab untuk mencegah timbulnya berbagai macam penyakit dan virus. Lantai kandang bisa dibuat dari semen atau tanah yang dipadatkan, yang penting lantainya mudah dibersihkan dari kotoran-kotoran sapi tersebut. Bisa menggunakan jerami kering sebagai alas supaya kandang menjadi lebih hangat. 

4. Pembibitan
Persyaratan ternak sapi yang perlu diperhatikan adalah memiliki tanda telinga, dalam artian anak sapi (pedet) sudah terdaftar dan jelas silsilahnya, memiliki mata yang terlihat bersih dan cerah, tidak ada yang terganggu baik pernafasan maupun hidungnya tidak mengeluarkan lendir. Ketika diraba kukunya tidak berasa panas,  kulit dan bulunya bersih tidak terjangkit parasit merugikan, anda juga perlu memperhatikan bagian ekor dan duburnya, apakah ada tanda-tanda mencret? Dan juga tidak ditemukan kerusakan pada kulit dan bulu rontok.

5. Pemeliharaan
Sapi yang diternak membutuhkan pakan yang sehat dan juga seimbang. Setiap hari, sapi akan membutuhkan pakan sekitar 10% dari bobot badannya, ditambah dengan pakan tambahan sekitar 1-2% dari bobot badan sapi. Sapi juga membutuhkan pakan tambahan berupa bekatul atau dedak halus, ampas tahu, bungkil kelapa yang diberikan bersamaan dengan pakan rumput untuk menambah bobot sapi. Selain itu, Anda bisa menambahkan larutan mineral berupa garam dapur dan juga kapus. Campuranlah pakan sapi dengan jumlah dan takaran tertentu atau biasa disebut dengan ransum.

Demikianlah cara beternak sapi untung puluhan juta yang bisa kami ulas pada kesempatan kali ini, semoga tulisan ini dapat memberikan anda tambahan informasi mengenai ternak sapi yang baik. Lebih dan kurangnya tulisan diatas semata-mata kami sajikan untuk kebutuhan informasi khalayak banyak. Terimakasih


Saturday, March 25, 2017

Cara Sukses Beternak Kambing Domba
Di Indonesia beternak kambing domba kebanyakan hanya diambil dagingnya. Hanya di beberapa daerah saja yang sudah dikembangkan ternak domba yang diambil bulunya. Saluran pasar untuk wool di tanah air masih terbatas dan iklim kita juga kurang cocok untuk mengembangkan produksi wool tersebut.

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menjalankan usaha ternak kambing domba ini. Diantaranya adalah memilih jenis indukan, lokasi dan kandang, juga kebutuhan pakan hingga perawatan. Berikut ulasannya:

Cara Sukses Beternak Kambing Domba

Kandang Untuk Ternak Domba
Kandang Kambing Domba
Kandang domba harus dilengkapi dengan tempat makan dan minum yang cukup untuk kebutuhan domba. Tempat makan domba disebut palung, buatlah ukuran palung yang cukup besar untuk menampung kebutuhan pakan kambing domba. Sedangkan untuk minum cukup kamu disediakan ember plastik saja.

Untuk struktur kandang terutama tiang-tiang utamanya, hendaknya dibuat dari bahan yang kokoh dan kuat meskipun sederhana. Sebab domba jantan senang membentur-benturkan tanduknya ke kandang. Sedangkan untuk lantai dan dinding kandang domba bisa dibuat dari kayu atau bambu.
Untuk atap kandangnya, sebaiknya menggunakan bahan yang dapat menyerap panas. Atap rumbia atau genteng digunakan untuk daerah panas, sedangkan di daerah dingin bisa menggunakan seng atau asbes.

Management Pakan Domba
Pakan Kambing Domba
Pakan memegang peranan penting untuk kesuksesan usaha ternak domba tersebut. Secara umum jenis pakan yang digunakan untuk ternak domba adalah pakan hijauan, konsentrat dan juga pakan tambahan.

Pakan hijauan terdiri dari dua macam, hijauan segar dan hijauan kering. Contoh hijauan segar berupa rumput-rumputan adalah rumput gajah, rumput benggala, rumput raja dan rumput liar. Sedangkan hijauan kering biasanya berupa jerami yang memiliki kandungan serat kasar. Contohnya adalah jerami padi, jerami pucuk tebu dan jerami jagung.

Pakan konsentrat atau penguat pada ternak domba adalah sebagai pelengkap kebutuhan protein dan juga nutrisi. Pakan ini harus mengandung zat gizi tinggi, mudah dicerna dan berserat rendah. Pakan kosentrat ini juga berfungsi sebagai sumber energi dan protein bagi domba.

Kebutuhan Pakan Domba
Kebutuhan pakan hijauan kambing domba lokal biasanya berkisar 3-5 kg/ekor/hari. Pakan hijauan bisa diberikan sepanjang waktu. Namun, untuk pakan konsentrat keburuhannya sekitar 0,5 kg/ekor/hari. Pemberian pakannya bisa dilakukan dua kali, pagi sekitar pukul 07.00 dan sore hari sekiatr pukul 15.00.

Pemberian pakan untuk kambing domba juga harus memperhatikan usia dan ukuran domba. Karena kebutuhan domba muda yang masih kecil berbeda dengan domba dewasa. Pemberian pakannya bisa mengikuti patokan dibawah ini.

Kebutuhan pakan ternak domba per hari:
Pakan hijauan antara 10-20% dari bobot tubuh
Pakan konsentrat antara 2-4% dari bobot tubuh
Kandungan mineral (garam) antara 1% dari bobot tubuh
Air minum antara 3-4 liter per ekor

Perawatan Harian Domba
Memandikan kambing domba agar bersih dan terhindar dari penyakit, seperti cacingan. Memandikan kambing domba dapat dilakukan setiap minggu. Domba yang bersih juga akan berdampak pada kebugaran dan nafsu makannya. Selain itu, bila domba akan dikembangbiakkan, atau dikawinkan kebersihan domba harus  dijaga.

Pencukuran bulu domba bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali atau bila bulu terlihat gimbal dan sangat kotor. Sisakan saja bulu dipermukaan kulit setelab 0,5 cm. Anda juga perlu merawat dan memotong kuku dengan pahat atau pisau tajam yang bersih. Pemotongan kuku hendaknya dilakukan setiap 4 bulan sekali atau jika kuku domba sudah terlihat tebal dan kotor.


Cara Sukses Budidaya Belut Untuk Pemula
Hei Kamu, tahukah kamu jika belut adalah jenis ikan yang rasanya nikmat. Belut memiliki rasa yang khas dan banyak gizi yang dalam kandungnya. Jenis ikan belut merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat digemari banyak orang. Saat ini sudah sangat banyak orang yang membudidayakan belut ini, sehingga belut dengan mudah dapat dijumpai di pasar. Budidaya belut ternyata tidaklah sulit, dan tidak membutuhkan lahan yang luas, hanya dengan media tong saja belut sudah dapat dibudidayakan dalam jumlah yang besar.

Budidaya belut tentunya lebih mudah daripada memelihara ikan, apakah sebagai ikan ternak ataupun hanya untuk sekedar ikan peliharaan yang bisa dikonsumsi sehari-hari. Saat ini hanya masalah bibit saja yang menjadi kendala utama dalam budidaya belut tersebut, sulitnya dalam mendapatkan bibit ini juga membatasi jumlah peternak belut saat ini. Namun pembibitan belut secara komersil saat ini sangat sulit ditemukan, bahkan mungkin belum ada di daerah anda.

Beternak Belut Untuk Pemula

Lokasi Ideal Budidaya Belut
Lokasi Budidaya Belut
Suhu terbaik untuk membudidayakan belut adalah sekitar 25-31°C. Kondisi air yang bersih ini terutama untku anak belut atau sering disebut dengan bibit, ukuran bibit yang baik antara 1 – 2 cm. ketika belut sudah tumbuh dewasa maka kondisi air tidak lagi menjadi masalah karena umumnya belut dewasa dapat hidup di air yang keruh (akibat lumpur).

Disini hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya belut adalah media pemeliharaan sebagai tempat berkembang biak atau media tempat membesarkan belut. Media bisa menggakan drum atau tong yang berbahan dasar plastik agar tidak mengarat

Letakkanlah tong pada posisi tanah yang datar. Hal ini dilakukan agar media menjadi lebih luas. Kemudian buka bagian tengan drum dan sisakan 5 cm pada bagian sisi kiri dan kanan. Lalu pasang alat sebagai penganjal agar drum tidak menggelinding dan bergerak.

Buat saluran pembuangan dibawah tong dan yang adalah Terakhir buat peneduh tong, sehingga intensitas panas matahari tidak terlalu tinggi dan mengenai langsung ke permukaan drum. Setelah anda sudah menyiapkan lokasi dan tempat untuk budidaya belut, berikutnya adalah anda perlu mempersiapkan media untuk budidaya belut agar belut berkembang dengan baik. Dalam hal ini kami ada pilihan media yang baik untuk belut anda, pilih saja yang kiranya mudah anda dapatkan dilingkungan anda dan simak media budidaya belut dibawah ini.

Media Budidaya Belut Alami
Tanah tanah yang tidak berpasir dan juga tanah yang tidak terlalu liat dan memiliki kandungan hara yang cukup adalah media yang baik untuk belut. Dalam hal ini disarankan untuk menggunakan media tanah yang diambil langsung dari sawah. Adapun tahapan dalam penggunaan media tanah sawah adalah sebagai berikut:

·         Masukkan tanah kedalam tong hingga ketinggian 30-40 cm
·         Masukkan air hingga tanah becek namun tidak menggenang.
·         Masukkan EM 4 sebanyak 4 botol kedalam tong.
·         Aduk tanah sebanyak 2 kali sehari hingga tanah menjadi lembut dan gembur.
Perlu diketahui bahwa perlakuan diatas tidak berlaku untuk bahan baku tanah yang diambil dari sawah

Media Budidaya Instan Bokashi
Media ini dibuat diluar tong yang merupakan campuran dari bahan utama dan bahan campuran untuk budidaya. Penggunaan 100 kilo bahan akan menghasilkan 90 kilo media budidaya instan bokashi. Setiap tong dengan ukuran 200 liter membutuhkan 40 kilo bokashi. Sedang dalam pembuatan bokashi ini dibutuhkan bahan-bahan utama sebagai berikut:

·         Jerami padi (40 persen)
·         Pupuk Kandang (30 persen)
·         Bekatul (20 persen)
·         Potongan batang pisang (10 persen)
·         Bahan dan campurannya terdiri atas
·         EM4
·         Air Sumur
·         Larutan 250 gram gula pasir untuk menghasilkan 1 liter larutan molases.

Untuk cara pembuatan media budidaya instan bokashi dilakukan sebagai berikut:
Cacah jerami dan potongan batang pisang kemudian dikeringkan terlebih dahulu. Kemudian campurkan bahan cacahan tadi dengan bahan pokok lainnya dan aduk hingga merata.  campurkan bahan-bahan ini sedikit demi sedikit tetapi jangan terlalu basah. Terakahir tutup media dengan karung goni atau terpal selama 4-7 hari. Bolak balik campuran tadi agar tidak membusuk.

Masukkan Bibit Belut
Bibit Belut
Setelah seluruh media budidaya diatas telah dipersiapkan, maka tahapan selanjutnya adalah dengan menebarkan bibit belut yang bagus. Bibit yang ditebar sebaiknya sebanyak 2 kg atau dengan jumlah bibit sebanyak 160-200 ekor belut.

Pemberian Pakan Untuk Belut
Sebenarnya tidak ada aturan baku tentang volume pemberian pakan dalam budidaya belut. Namun, sebaiknya pakan diberikan 5 persen dari jumlah bibit yang ditebarkan pada media. Pakan yang diberikan sebaiknya terdiri dari cacing, kecebong, ikan-ikan kecil, dan juga cacahan keong mas atau bekicot. Dalam pemberian pakan diberikan pada hari ke-3 setelah bibit ditebar didalam media budidaya. Pemberian pakan ini sebaiknya dilakukan pada sore hari seperti kebiasaan belut makan dialam bebas, yaitu sore dan malah hari

Pemanenan Belut
Pemanenan belut sudah dapat dilakukan setelah 3 hingga 4 bulan masa budidaya dilakukan atau sesuai dengan keinginan anda atau permintaan pasar. Pemanenan belut untuk media drum / tong tentunya lebih mudah, dan belut hasil budidaya siap dipasarkan.


Demikianlah artikel mengenai cara sukses budidaya belut untuk pemula. Semoga tulisan diatas dapat bermanfaat dan dapat dijadikan bahan untuk anda yang sedang mencari informasi mengenai budidaya belut. 

Friday, March 24, 2017

Cara Beternak Kambing Jawa Untung Jutaan Rupiah
Hei Kamu, Agar dapat sukses dalam usaha ternak kambing jawa, tentu kamu harus mengetahui mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kambing jawa tersebut. Kali ini kami ingin memberikan beberapa langkah yang harus kamu lakukan agar dapat sukses dalam beternak kambing jawa supaya menghasilkan untung jutaan rupiah.

Untungnya Beternak Kambing Jawa

1. Pemilihan Bibit Kambing
Indukan Kambing Jawa
Tentu dalam pemilihan bibit kambing jawa unggul diperlukan pengetahuan mengai bibit kambing yang unggul baik kambing pejantan maupun indukan betina. Dalam memilih kambing indukan pejantan, harus memastikan pejantan yang dipilih memiliki ciri-ciri yang masuk standar sesuai yang telah ditetapkan, yakni mempunyai ciri seperti tubuhnya sehat, tumbuh dengan baik sesuai dengan usianya, bulunya bersih, halus serta terlihat mengkilap. Dan juga memiliki tubuh yang panjang, kaki lurus, dan tidak mempunyai cacat fisik, penampilan yang gagah, tumitnya tinggi, terlihat aktif dan mempunyai nafsu kawin yang tinggi serta mempunyai buah zakar yang bagus.

Sedangkan untuk untuk pemilihan indukan betina yang bagus memiliki kondisi tubuh yang sehat, badannya tidak terlalu gemuk dan memiliki bulu yang bagus dan mengkilap. Ciri-ciri lainnya yakni tidak ditemukan cacat fisik, bisa mengasuh anaknya dengan baik, buah susunya baik (halus dan kenyal).

2. Perawatan Kandang Kambing
Kandang Kambing Jawa
Kandang kambing yang baik diperlukan untuk mendukung pertumbuhan kambing, maka kamu harus melakukan perawatan kandang tempat kambing dipelihara. Alangkag baiknya jika kandang kambing menghadap ke timur supaya sesuai dengan syarat kesehatan ternak.

Sedangkan bentuk kandang kambing yang baik yaitu berbentuk kandang panggung yang memiliki atap serta tempat makan dan minum di dalam kandang. Serta memiliki ventilasi udara di dinding kandang supaya sirkulasi udara berjalan dengan sehat.

3. Management Pakan Kambing
Managemen pakan kambing harus diatur supaya kebutuhan gizi untuk kambing terpenuhi. Pada dasarnya makanan kambing dibagi menjadi dua, yaitu makanan hijauan dan juga konsentrat. Jenis makanan hijau merupakan pakan yang berasal dari daun tumbuhan alami yang terdapat di alam atau sengaja dibudidayakan. Sedangkan makanan konsentrat merupakan pakan yang berasal dari bekatul atau dedak.

Selain itu, makanan kambing jawa yang menjadi sumber protein untuk pertumbuhan kambing diantaranya jenis kacang-kacangan seperti daun kacang tanah, daun kacang panjang, dan juga daun lamtoro, daun gamal, daun kedelai, daun turi dan daun kaliandra.

4. Perhatikan Masa Kawin Kambing
Jika kambing jawa yang kamu pelihara sudah mulai dewasa, yaitu saat berusia 6-8 bulan yang ditandai dengan telah mulai muncul rasa birahi pada kambing. Kamu juga dapat mengetahui usia kambing dengan melihat catatan kelahirannya atau dengan melihat gigi yang telah tanggal. Untuk mengetahui usia kambing betina yang siap untuk dikawinkan sekitar 10-12 bulan sedangkan untuk usia kambing pejantan ketika berusia lebih dari 1 tahun.

Berikut ciri-ciri kambing betina yang telah siap kawin akan terlihat gelisah, alat kelamin luar yang terlihat membengkak, sering menggerak-gerakan ekornya, nafsu makan mulai berkurang dan sering diam saja jika dinaiki kambing pejantan. Secara umum kondisi yang dialami kambing jawa betina tersebut hanya berlangsung 30 jam, dan siklus ini akan berulang kembali setelah 17 hari kemudian. Sedangkan waktu yang paling baik untuk mengawinkan kambing jawa yaitu sekitar 12-18 jam setelah mengalami tanda-tanda yang sudah disebutkan di atas tadi. Tempatkan kambing pejantan dan betina ke dalam 1 kandang untuk mempermudah penawinan, hindari juga perkawinan sedarah untuk meminimalisir cacat genetik pada anak kambing jawa.


Demikianlah cara beternak kambing jawa yang bisa menghasilkan untung hingga jutaan rupiah. Selain hal tersebut diatas, kamu juga harus mengetahui harga pasaran kambing jawa agar tidak ditipu oleh pembeli yang curang. terimakasih.

Sunday, February 12, 2017

Raup Untung Besar Bisnis Penetasan Telur Entog - Hei Kamu, Sekarang ini banyak sekali orang yang tertarik dengan bisnis pengadaan anakan entog, di berbagai daerah anakan entok memiliki banyak nama panggilan, untuk memudahkan dalam penamaan anakan entog maka sebuah Komunitas Entog yang ada di facebook menyebut anakan entog menjadi DOE (day old entog), penyebutan nama ini biasanya pada anakan entog yang berusia 1-2 bulan, atau sebelum seluruh tubuhnya terpenuhi oleh bulu (tutup bulu).


Sementara itu, permintaan akan DOE ini sangatlah besar, terbukti dari beberapa peternak entog yang kewalahan memenuhi permintaan konsumen, bahkan para konsumen harus pesan DOE jauh-jauh hari sebelum telur entog menetas atau harus inden terlebih dahulu. Bukan hanya orang pribumi saja yang tertarik dengan bisnis pengadaan DOE ini, bahkan orang keturunan sudah ada yang melirik peluang ini dan sudah memulai memperbanyak indukan entognya untuk dijadikan sebagai modal awal bisnis pengadaan DOE ini. Sebagai seorang pribumi asli jawa, penulis hanya dapat menginformasikan peluang bisnis ini sesama pribumi juga untuk dijadikan masukan untuk dapat bersaing dengan orang keturunan yang umumnya memiliki modal lebih. Kiat-kiat apa saja yang dibutuhkan dalam memulai bisnis pengadaan DOE ini, mari simak pembahasan singkat di bawah ini.

Untung Besar Dengan Bisnis Pengadaan DOE

Indukan Berkualitas


Hal pertama untuk memulai bisnis pengadaan DOE tentunya anda harus mempunyai indukan yang berkualitas terlebih dahulu. Saran saya sebaiknya anda membeli indukan entog di peternaknya langsung, selain lebih dapat memilih sendiri calon indukan entog anda juga dapat menimba ilmu secara langsung dengan peternaknya. Kenapa tidak membeli dipasar?, pendapat penulis, pasar merupakan tempat berkumpulnya berbagai macam hewan, dari yang sehat hingga yang sakit. Selain kebersihan tempat membawa binatangnya pun kurang terjaga kebersihannya, maka banyak binatang yang dari peternaknya sehat ketika sudah masuk pasar kemungkinan besar akan tertular penyakit dari unggas yang lain. Maka jika anda menginginkan indukan yang sehat dan dengan niat untuk di ternakan maka ada baiknya anda membeli sendiri kepada peternaknya langsung.

Untuk jenis entog pun beragam, menurut penulis pribadi jika anda ingin memfokuskan bisnis pengadaan DOE anda dapat memilih jenis entog yang dapat menghasilkan banyak telur seperti jenis entog meranti. Penulis pernah memiliki pengalaman entog jenis ini mampu bertelur paling banyak 25 butir telur, tentunya denga pemberian makanan yang bermutu yang bisa anda simak dibawah ini.

Pakan Bermutu


Untuk menghasilkan telur yang banyak tentunya fertil, peternak harus memberi asupan pakan bermutu sehingga kebutuhan akan gizi entog terpenuhi. Anda dapat memberi pakan pabrikan yang biasa digunakan untuk pakan ayam broiler, dengan pakan tersebut yang sudah memiliki banyak kandungan seperti protein dan kalsium yang dibutuhkan oleh entog. Jika menurut anda pakan pabrikan terlalu mahal, anda juga dapat membuat racikan pakan tersendiri dari berbagai bahan yang tersedia di lingkungan anda. Anda dapat memberikan pakan berupa campuran kosentrat pedaging (Bukan untuk petelur) dengan dicampur jagung dan dedak, dengan ini setidaknya kebutuhan gizi entog juga terpenuhi.

Penetasan Alami


Lama waktu entog mengerami telur adalah 35 hari, cukup lama memang mengingat telur entog termasuk telur yang besar. Penetasan secara alami memang memiliki kelebihan di presentase keberhasilan yang mencapai 95%, namun kekurangannya yakni indukan entog hanya akan makan dan minum selama waktu mengerami dan tidak menghasilkan apapun hingga telurnya menetas. Anda dapat mengambil DOE yang baru menetas ini mulai dari umur 1 hari dan pisahkan dengan induknya. Selama waktu kurang lebih 2 minggu induk entog akan mengalami stress sehingga setidaknya 49 hari (waktu mengerami 35 hari + waktu stress 14 hari) entog tidak produktif. Selama waktu stress indukan akan menggemukan badan kembali dan baru mau untuk kawin ketika stress sudah hilang. Namun, anda dapat lebih efektif lagi jika anda telah memiliki mesin tetas, bagi pemula yang belum memiliki modal anda bisa menjual dulu anakan entognya baru kemudian untuk dibelikan mesin tetas.

Penetasan Menggunakan Mesin


Mengingat lamanya waktu entok dalam mengerami dan masa stressnya, para peternak pun punya cara yang lebih efektif untuk menghasilkan DOE, yakni dengan menggunakan mesin tetas. Setelah entog selesai bertelor anda dapat mengambil telurnya dan dimasukan ke mesin tetas, dan bagi entog sesudah bertelur hanya membutuhkan waktu 2 minggu untuk dapat bertelur kembali, sehingga anda sebagai peternak tentunya semakin diuntungkan bukan. Sementara itu presentasi keberhasilan penetasan menggunakan mesin mencapai 90% keberhasilan. Kira-kira bagaimana setelah telur DOE tersebut menetas?, simak pemasaran DOE dibawah ini.

Pemasaran


Tidaklah mudah untuk memasarkan DOE ini, anda bisa menawarkan pada kenalan anda, atau pergi kepasar untuk langsung memasarkanya, atau anda bisa menggunakan cara yang lebih praktis yakni dengan menggunakan smartphone. Yups, anda dapat memposting DOE anda di facebook anda, tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan pembelinya. Karena sekarang ini permintaan akan DOE sedang tinggi-tingginya. Lalu berapakah harga untuk DOE ini?, didaerah saya harga DOE ini untuk usia 1-7 hari berkisar antara 10.000, tentunya anda tidak hanya menjual satu ekor kan?, karena setidaknya entog mampu bertelur 15 hingga 25 butir, kita ambil yang 15 saja sudah dapat 150 ribu, itu hanya dari satu indukan, bayangkan jika anda punya 10 ekor, atau 100 ekor indukan. Bagaimana?, bukankah sangat menggiurkan bisnis pengadaan DOE ini.


Demikianlah tulisan sederhana ini penulis buat hanya sekedar menyampaikan uneg-uneg di dalam kepala saja, apabila artikel ini dapat memberikan kemanfaatan bagi pembacanya, sudi kiranya untuk mau mengshare tulisan sederhana ini kepada teman-teman anda. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Cara Sukses Beternak EntogHei Kamu, tahukan jika kebutuhan akan makanan berprotein semakin meningkat tiap tahunnya, bukan hanya daging sapi yang dibutuhkan masyarakat indonesia namun daging dari unggas pun menjadi mangsa pasar yang sangat potensial. Mengingat negeri ini telah di anugrahi dengan banyaknya sumber daya, tinggal manusianya saja yang perlu pandai dalam mengolahnya. Salah satu unggas yang dalam beberapa tahun ini sedang naik daun karena kemudahan dalam perawatan serta harga jual yang tinggi, yakni entog.


Yaps, siapa sangka unggas yang ini begitu digemari masyarakat indonesia setelah ayam dan bebek. Namun, bagi seseorang yang jeli dalam mengambil peluang usaha, beternak entok merupakan suatu bisnis yang begitu menggiurkan. Hanya dengan memberi makan secara teratur unggas entog akan memberikan begitu banyak pendapatan bagi peternaknya. Bagi yang masih awam dengan entok, kami memberikan sedikit gambaran bagaimana cara beternak entog bagi pemula maka simaklah tulisan sederhana dibawah ini.

Langkah Sukses Beternak Entog Untuk Pemula

Mendapatkan Bibit


Sebelumnya memulai beternak entog, sebaiknya anda harus mempersiapkan bibit entog yang bermutu. Ada baiknya anda jangan membeli bibit entog di pasar-pasar, penulis bukan ingin mensabotase para penjual di pasar. Tetapi menurut banyak pengalaman dari para peternak entog pemula yang membeli bibit entog di pasar, banyak entog mereka yang mati tidak lebih dari satu minggu. Mengingat pasar adalah tempat berkumpul dari banyak jenis unggas baik yang sehat ataupun yang sedang sakit. Ada baiknya anda membeli bibit entok dari peternaknya langsung, dengan begitu anda bisa memilih sendiri jenis entog yang anda suka, selain itu anda dapat menjalin silaturahmi kepada peternak tersebut yang kemungkinan pada hari esok menjadi partner bisnis entok anda.

Management Kandang


Hal berikutnya setelah anda mendapatkan bibit entog yang bagus, anda perlu mempersiapkan kandang untuk entog anda. Banyak orang berfikir bahwa entog merupakan unggas yang sangat menyukai air, sehingga banyak diantara meraka membuat kadang dengan kolam air yang dapat membuat setiap sudut kandang menjadi basah. Padahal ketika setiap sudut kandang basah maka akan sangat mudah untuk penyebaran penyakit untuk entog. Sebenarnya membuat kandang untuk entok sangat sederhana, anda hanya memerlukan lahan untuk kandang dan pagar atau bisa menggunakan jaring sebagai penyekatnya. Tidaklah bingung dengan bentuk kandang yang ingin anda buat, yang penting ada tempat berteduh dan tempat yang selalu kering untuk entog tidur. Sedangkan untuk tempat makan dan minum anda bisa menempatkannya di salah satu pojok kandang, sehingga masih menyisakan ruang yang bersih untuk entog anda.

Management Pakan


Beberapa orang berpendapat bahwa entog merupakan unggas yang rakus, sehingga meraka takut berternak dalam sekala yang besar karena entog membutuhkan pakan yang banyak. Sebenarnya anda tidak perlu khawatir dalam urusan pakan untuk entog, pada dasarnya entog merupakan hawan pemakan segala, anda dapat memberi pakan dari alam jika anda berpendapat terlalu mahal jika harus di beri pakan pabrikan. Namun alam sendiri sudah menyiapkan pakan yang sehat untuk entog, yang dibutuhkan hanyalah tenaga untuk mendapat pakan dari alam, seperti daun eceng gondok, daun talas, jantung pohon pisang, daun azola, dll. Sedangkan untuk kebutuhan proteinnya seperti keong sawah, cacing dll, jika ditempat anda banyak memproduksi buah, entog pun gemar mengkonsumsi buah dan anda bisa memberi buah yang sudah layu atau BS, seperti pepaya, semangka, melon dll. Namun, untuk lebih baiknya anda harus mencampur bahan pakan tersebut dengan pakan pabrikan, sehingga kebutuhan akan nutrisi entog dapat tercukupi. Kiranya dengan pakan yang alami akan memberi penghematan pada pengeluaran anda.

Halau Penyakit
Unggas entog memang terkenal dengan daya tahan tubuhnya, namun ketika anda beternak entog dengan skala yang cukup besar anda perlu melakukan beberapa langkah untuk menghindarkan penyakit pada unggas entog. Anda perlu memberi vaksin kepada entog saat berusia kurang dari satu bulan, yang anda butuhkan seperti vaksin ND ataupun Gumboro yang bisa anda dapatkan di toko peternakan unggas. Selain membekali entog dengan vaksin anda juga perlu melakukan pencegahan seperti memberi jamu-jamuan kedapa unggas entog agar daya tahannya terjaga, anda bisa membuat ramuan jamu menggunakan beberapa jenis tumbuhan herbal, yakni jahe, brontowali, bawang putih, yang bisa anda potong kecil-kecil kemudian direbus, dan air rebusan tersebut bisa diminumkan pada unggas entog anda. Insyallah dengan pemberian jamu yang teratur entog anda akan tetap sehat.

Kenali Pasar


Langkah berikutnya untuk cara sukses beternak entog adalah dengan mengenali pasar, yang dimaksud disini adalah anda harus terjun kelapangan atau pasar hewan untuk mengetahui secara pasti harga entog di pasaran. Sebenarnya ketika anda sudah memiliki entog anda tidak perlu khawatir soal pemasarannya, setidaknya anda sudah tau tentang harga pasaran entog sehingga anda tidak akan tertipu jika entog anda dibeli dengan harga tidak wajar. Kanali juga para peternak entog di daerah anda, selain perlu bersilaturahmi anda juga bisa menimba ilmu kepada peternak yang lebih dulu terjun ke dunia per entogan. Selain itu, anda juga bisa menjalin kerjasama dengan para peternak untuk saling menguntungkan dalam berbagai aspek.


Demikianlah artikel sederhana ini tentang Cara Sukses Beternak Entog penulis buat untuk kepentingan berbagi informasi mengenai sedikit dari pengalaman penulis sendiri. Jika artikel kiranya dinilai bermanfaat bagi pembaca, tidak ada salahnya jika anda membagikan informasi ini kepada rekan-rekan anda yang setidaknya membutuhkan informasi ini. Semoga bermanfaat dan terimakasih.

Baca Juga : Untung Besar Dengan Bisnis Pengadaan DOE

Sample Text

Powered by Blogger.

Popular Minggu Ini

Recent Posts

Text Widget